Bupati Simalungun Pastikan Penanganan Longsor Marubun Lokkung Terus Berlanjut Hingga Tuntas

Oleh admin 09 Jul 2026, 13:26 WIB 200 Views

SemiMedia.co.id | Pemerintah Kabupaten Simalungun memastikan proses penanganan bencana longsor yang memutus akses jalan di Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou, akan terus dilaksanakan hingga selesai. Komitmen tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak.

 

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, melalui Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, menyampaikan bahwa meskipun proses pekerjaan di lapangan menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca, pemerintah tidak akan menghentikan upaya perbaikan.

 

“Penanganan terus berjalan. Kami memahami pentingnya jalur ini bagi masyarakat, sehingga seluruh pekerjaan akan diselesaikan hingga akses kembali aman dan dapat dimanfaatkan secara normal,” ujar Sekda di Pematang Raya, Kamis (9/7).

Longsor yang terjadi menyebabkan terputusnya jalan penghubung antara Nagori Marubun Lokkung dengan Nagori Tinggi Raja, Kecamatan Dolok Silou. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Mewakili BPBD Kabupaten Simalungun, Oliver Silalahi menjelaskan bahwa selama proses penanganan terjadi beberapa kali longsor susulan akibat tingginya intensitas hujan. Kondisi tersebut mengharuskan adanya penyesuaian volume pekerjaan di lapangan.

 

Panjang pembangunan Tembok Penahan Tanah yang semula direncanakan 30 meter bertambah menjadi 39 meter. Sementara pembangunan Box Culvert juga mengalami penambahan dari 9 meter menjadi 21 meter guna menyesuaikan kondisi terbaru di lokasi.

Selain perubahan volume pekerjaan, proses pembangunan juga terkendala akses menuju lokasi yang terbatas sehingga distribusi material berlangsung lebih lambat. Area kerja yang sempit dan tidak tersedianya jalur alternatif turut menjadi tantangan karena aktivitas masyarakat tetap harus berjalan di sekitar lokasi perbaikan.

 

BPBD menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Agustus 2026 setelah dilakukan perpanjangan waktu pelaksanaan akibat penambahan volume pekerjaan dan faktor cuaca.

 

Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan akan terus melakukan pemantauan serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar proses penanganan longsor segera rampung, sehingga masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

 

Redaksi : Arif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top