Jalan Rusak Bertahun-tahun di Tratak Buluduri, Keselamatan Warga dan Anak Sekolah Dipertaruhkan

Oleh admin • 26 Agu 2026, 10:34 WIB • 205 Views

SIMALUNGUN | SemiMedia.co.id — Lagi-lagi kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan. Jalan utama menuju Nagori Tratak Nagodang, khususnya kawasan Desa Tratak Buluduri, hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan dan disebut telah bertahun-tahun tidak mendapatkan perbaikan yang layak.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan dipenuhi lubang, bebatuan, lumpur serta permukaan jalan yang rusak. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi ancaman keselamatan bagi para pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

 

Ironisnya, anak-anak sekolah turut menjadi korban dari buruknya kondisi jalan. Saat hendak berangkat maupun pulang sekolah, mereka harus ekstra hati-hati melewati jalan yang berlubang, licin dan berlumpur, terutama ketika musim hujan tiba.

 

Bagi masyarakat setempat, jalan tersebut merupakan akses utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kerusakan yang berlangsung lama membuat warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

 

Yang menjadi sorotan, ruas jalan tersebut berada bersebelahan dengan areal perkebunan PTPN IV Kebun Tinjowan. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan dari masyarakat: sampai kapan kondisi jalan dibiarkan tanpa solusi nyata?

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi jalan dan mengambil langkah perbaikan. Mereka juga berharap pihak PTPN IV Regional 2 Kebun Tinjowan dapat ikut memberikan perhatian terhadap akses jalan yang selama ini turut digunakan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

 

“Jalan ini sudah lama rusak. Kalau hujan, lumpur dan lubang semakin parah. Anak-anak sekolah juga harus melewati jalan seperti ini. Kami berharap pemerintah jangan hanya mendengar laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi kami,” ungkap warga.

 

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh terus dibiarkan karena menyangkut keselamatan masyarakat, akses pendidikan anak-anak, serta kelancaran aktivitas ekonomi warga.

 

Masyarakat meminta Bupati Simalungun dan dinas terkait segera melakukan pengecekan serta memastikan apakah ruas jalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah, perkebunan, atau pihak lainnya, sehingga dapat ditentukan siapa yang bertanggung jawab melakukan perbaikan.

 

Pertanyaannya kini sederhana: sampai kapan warga Tratak Buluduri harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk melewati jalan utama mereka sendiri?

 

Warga berharap persoalan ini tidak kembali menjadi sekadar sorotan pemberitaan. Mereka membutuhkan tindakan nyata dan perbaikan, bukan sekadar janji.

 

Redaksi : T Sinambela

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top