Pemkab Simalungun Petakan Solusi Permanen Atasi Banjir Pasar Bawah Serbelawan

Oleh admin • 05 Sep 2026, 08:04 WIB • 224 Views

SIMALUNGUN | Simalungun — Pemerintah Kabupaten Simalungun memperkuat langkah penanganan banjir yang berulang di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan ketika banjir terjadi, tetapi mulai memetakan persoalan infrastruktur sungai dan tanggul sebagai dasar penanganan jangka panjang.

 

Jumat (4/9/2026), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir bersama Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar.

 

Peninjauan dilakukan mulai dari Jembatan Bandar Selamat, kawasan longsor di sekitar SD Muhammadiyah dan Masjid Taqwa Nagori Bandar Selamat, hingga bantaran Sungai Bah Sikkam di kawasan Pasar Bawah Serbelawan.

 

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemetaan kondisi lapangan untuk menentukan titik yang membutuhkan penanganan prioritas.

Menurut Budiman, salah satu langkah pengendalian yang telah dilakukan Pemkab Simalungun adalah mengaktifkan kembali pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kejadian banjir sebelumnya.

 

“Sejak pintu air dibuka, ketika terjadi beberapa kali hujan deras, aliran air sudah berjalan jauh lebih lancar dan terkendali,” ujar Budiman.

 

Namun, hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani. Di antaranya penyempitan badan sungai serta kerusakan tanggul di beberapa lokasi.

 

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aliran air ketika debit sungai meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.

 

BPBD bersama tim perencana kemudian melakukan pengamatan langsung untuk menentukan langkah teknis yang paling tepat.

 

“Tim perencana sudah kami bawa ke lokasi untuk meneliti dan menentukan solusi terbaik yang akan diterapkan,” jelas Budiman.

Penanganan ke depan diarahkan pada normalisasi alur Sungai Bah Sikkam serta perbaikan dan penguatan tanggul yang rusak. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air ke kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat.

 

Selain persoalan infrastruktur, Pemkab Simalungun juga menyoroti kebersihan sungai. Tumpukan sampah yang ditemukan di sejumlah titik disebut turut menghambat aliran air.

 

Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

 

Salah seorang warga Pasar Bawah Serbelawan, Dolin, mengapresiasi langkah pemerintah yang turun langsung melihat kondisi di lapangan.

 

Ia berharap rencana normalisasi sungai dan perbaikan tanggul tidak berhenti pada pemetaan, tetapi segera direalisasikan sehingga warga tidak lagi dihantui kekhawatiran setiap kali hujan deras turun.

 

“Kami berharap pemerintah terus melakukan penanganan sungai dan tanggul secara berkelanjutan. Kalau sudah tertata baik, kami yang tinggal di sini pasti merasa lebih aman dan tenang,” kata Dolin.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Dinas Sosial Kabupaten Simalungun juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir di kawasan Pasar Bawah Serbelawan.

 

Pemkab Simalungun menegaskan penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap dan terpadu melalui koordinasi antarperangkat daerah. Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan agar upaya pengurangan risiko banjir dapat berjalan lebih efektif.

 

Dengan pemetaan kondisi sungai, pengendalian pintu air, rencana normalisasi, serta perbaikan tanggul, Pemkab Simalungun berharap persoalan banjir di Pasar Bawah Serbelawan dapat ditangani secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

 

Redaksi : Arif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top