Simalungun Jadi Lokasi Launching Pemutakhiran Data Keluarga Sumut, 200 KK Jadi Sampel Awal

Oleh admin • 20 Agu 2026, 15:06 WIB • 23 Views

SIMALUNGUN | SemiMedia.co.id —  Pemerintah Kabupaten Simalungun menjadi tuan rumah launching Pemutakhiran Data Keluarga melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Tahun 2026 untuk Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung Kamis (20/8/2026) tersebut dipusatkan di Kantor Pangulu Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa.

 

Pemutakhiran data keluarga ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 20 Agustus hingga 20 September 2026. Untuk wilayah Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun dipercaya menjadi lokasi launching kegiatan tersebut.

 

Kegiatan dihadiri Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, perwakilan Danramil Tanah Jawa Sertu Misno, Pangulu Marubun Jaya M. Raya Purba, Korwil Balai Penyuluhan KB, para penyuluh KB dari empat kecamatan serta kader pemutakhiran data.

 

Camat Tanah Jawa Andi Supandri menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pendataan tersebut. Ia berharap para kader dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga menghasilkan data keluarga yang akurat.

 

Bupati Simalungun diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Albert R. Saragih yang membacakan sambutan tertulis Bupati menegaskan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak pemutakhiran data keluarga.

Menurut Albert, pemutakhiran harus dilakukan secara jujur dan benar-benar melalui kunjungan langsung ke lapangan. Data yang diperoleh nantinya tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi dasar pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan dan program pembangunan.

 

“Data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, melainkan menjadi dasar untuk tindak lanjut program ke depan,” ujar Albert.

 

Ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya penanganan stunting.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr. Mahyuzar mengatakan launching tersebut memiliki arti penting karena menjadi momentum pelaksanaan pemutakhiran data keluarga untuk seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Launching pemutakhiran data ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dan untuk Provinsi Sumatera Utara, launching-nya dilaksanakan di Kabupaten Simalungun,” ungkapnya.

 

Pendataan menggunakan metode CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing), sehingga proses pengumpulan data dilakukan secara digital. Para kader bertugas sebagai enumerator yang turun langsung ke masyarakat untuk memperbarui kondisi data keluarga hingga tahun 2026.

 

Khusus Kabupaten Simalungun, tahap awal kegiatan mencakup empat kecamatan, yakni Tanah Jawa, Dolok Batu Nanggar, Girsang Sipangan Bolon dan Bandar. Sebanyak 20 Nagori dengan sampel 200 kepala keluarga menjadi sasaran pendataan.

Data yang dihimpun meliputi tiga kelompok utama, yaitu data kependudukan, data keluarga berencana dan indikator pembangunan keluarga.

 

Pemutakhiran dinilai penting mengingat data keluarga terus mengalami perubahan akibat kelahiran, kematian, perpindahan penduduk maupun terbentuknya keluarga baru.

 

Data hasil pemutakhiran nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu basis perencanaan berbagai program pemerintah, termasuk penentuan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B serta identifikasi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

 

Setelah pendataan berakhir pada 20 September 2026, data akan melalui tahapan verifikasi dan validasi sebelum diumumkan secara nasional. Pemerintah juga merencanakan integrasi data dengan Dinas Kominfo melalui dashboard terpadu.

 

Dengan integrasi tersebut, data keluarga diharapkan menjadi lebih akurat, terpadu dan dapat mendukung pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

 

Launching kemudian ditutup dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pendataan langsung oleh para kader ke rumah-rumah masyarakat.

 

Redaksi : Arif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top