Ratusan TBM PTPN IV Regional 2 Bukit Lima Afdeling 6 Diduga Terlantar, Diselimuti Gulma dan Banyak Tanaman Mati
SemiMedia.co.id — Simalungun — Kondisi tanaman belum menghasilkan (TBM) milik PTPN IV Regional 2 Kebun Bukit Lima Afdeling 6, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, mendadak menjadi sorotan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Jumat, 14 Agustus 2026, terlihat hamparan areal TBM yang dipenuhi tanaman liar dan gulma. Sejumlah tanaman kelapa sawit muda tampak tidak tumbuh sebagaimana mestinya, bahkan terdapat tanaman yang terlihat mati.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai pemeliharaan tanaman serta penggunaan anggaran yang semestinya mendukung perawatan TBM. Jika tanaman belum menghasilkan tidak dirawat secara optimal, bukan tidak mungkin kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman ke depan.
“Yang menjadi pertanyaan, kalau pemeliharaan sudah dianggarkan, mengapa kondisi tanaman sampai dipenuhi gulma dan banyak yang mati?” demikian pertanyaan yang muncul dari hasil pantauan di lokasi.
Persoalan ini juga mendapat perhatian karena TBM merupakan investasi jangka panjang perusahaan. Perawatan sejak tanaman masih muda sangat menentukan kualitas pertumbuhan hingga memasuki masa menghasilkan.
Dalam upaya memperoleh klarifikasi dan keberimbangan pemberitaan, konfirmasi telah dilakukan kepada Asisten Kebun Bukit Lima Afdeling 6. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan komentar.
Konfirmasi kemudian dilanjutkan kepada Manajer Kebun Bukit Lima, Mugi, melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan atau penjelasan terkait kondisi TBM tersebut.
Diamnya pihak pengelola kebun tentu menimbulkan tanda tanya di tengah sorotan terhadap kondisi tanaman di lapangan. Namun demikian, pihak perusahaan tetap diberikan ruang untuk memberikan penjelasan maupun klarifikasi apabila terdapat data atau kondisi lain yang perlu diketahui publik.
Atas kondisi tersebut, Direksi PTPN IV Regional 2 diharapkan segera melakukan evaluasi dan turun langsung ke Kebun Bukit Lima Afdeling 6 untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk mengecek pelaksanaan pemeliharaan TBM, tingkat tanaman yang mati, pengendalian gulma, serta penggunaan anggaran pemeliharaan.
Apakah kondisi tersebut akibat lemahnya pemeliharaan, faktor teknis, atau persoalan lainnya? Jawaban dari pihak manajemen sangat diperlukan agar persoalan ini tidak menjadi bola liar dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas.
Media juga mengharapkan manajemen PTPN IV Regional 2 maupun pihak terkait melakukan pemeriksaan secara terbuka terhadap areal tersebut. Jika ditemukan adanya kelalaian dalam pemeliharaan, tentunya harus ada langkah perbaikan agar aset perkebunan negara tersebut dapat diselamatkan dan dikelola secara optimal.
Penulis : T. Sinambela


Komentar (0)