Sorotan Tajam: Kantor Nagori Bunga Sampang Diduga Beralih Fungsi Jadi Gudang Motor, Bupati dan Inspektorat Diminta Jangan Diam

Oleh admin 02 Agu 2026, 20:02 WIB 225 Views

SemiMedia.co.id | SIMALUNGUN | SemiMedia.co.id – Sorotan tajam kini mengarah ke Nagori Bunga Sampang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Kantor pemerintahan yang semestinya menjadi pusat pelayanan masyarakat justru ditemukan dalam kondisi yang dinilai memprihatinkan.

 

Pada Jumat, 31 Juli 2026, kru SemiMedia.co.id mendatangi Kantor Nagori Bunga Sampang untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026. Namun, setibanya di lokasi, tim justru mendapati pemandangan yang mengundang tanda tanya. Sebuah sepeda motor terparkir di dalam ruang kantor nagori, yang seharusnya difungsikan sebagai ruang pelayanan masyarakat, sehingga menimbulkan dugaan bahwa ruangan tersebut telah dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan kendaraan.

Selain itu, kondisi lingkungan kantor juga tampak kurang terawat. Semak belukar tumbuh di sekitar halaman kantor, meskipun kantor nagori berada di pinggir Jalan Besar Seribudolok yang menjadi akses utama masyarakat.

 

Padahal, berdasarkan data anggaran yang dihimpun SemiMedia, Pemerintah Nagori Bunga Sampang setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan lingkungan, yakni Rp9.000.000 pada Tahun Anggaran 2025 untuk kegiatan Hok Mesin Babat, dan Rp5.400.000 pada Tahun Anggaran 2026 untuk kegiatan Hok Babat. Kondisi lingkungan kantor yang masih dipenuhi semak belukar pun memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Kedatangan kru SemiMedia pada Jumat, 31 Juli 2026, juga bertujuan meminta penjelasan terkait penyertaan modal BUMNag Program Ketahanan Pangan Tahun 2026. Dari data yang diperoleh, tercatat penyertaan modal sekitar Rp134 juta, namun realisasi yang tercatat sekitar Rp 96 juta. Perbedaan nilai tersebut menjadi salah satu materi yang ingin diklarifikasi kepada pemerintah nagori.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Pangulu Nagori Bunga Sampang, Simson Munte, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

 

Tim SemiMedia juga mendatangi kios pupuk milik Pangulu Simson Munte untuk memperoleh klarifikasi secara langsung. Namun saat didatangi, Pangulu tidak berada di tempat sehingga konfirmasi tidak dapat dilakukan.

 

Kondisi ini menambah daftar persoalan transparansi pengelolaan pemerintahan nagori yang menjadi perhatian publik. Sikap tidak memberikan penjelasan kepada media atas penggunaan anggaran desa dinilai tidak sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik.

 

Melihat kondisi tersebut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih diharapkan tidak tinggal diam. Pembinaan terhadap pemerintah nagori perlu diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya dan pengelolaan Dana Desa dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

 

Inspektorat Kabupaten Simalungun juga diminta lebih proaktif menjalankan fungsi pengawasan. Pengawasan tidak seharusnya hanya menunggu adanya laporan masyarakat, tetapi juga melakukan pembinaan dan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi lemahnya tata kelola pemerintahan maupun penggunaan anggaran desa.

 

Redaksi : Arif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top